09.00 - 16.00 WIB
08562887100
batikcode@gmail.com

Cara Merawat Batik

Friday, February 21st 2014.

Cara Merawat BatikPerawatan Batik

Bagaimana Cara Perawatan Batik Tulis, Cap, dan Printing yang Benar?

Apakah Anda memiliki kain/ baju Batik Tulis? Jika jawabannya adalah iya, sebaiknya Anda membaca Tips Merawat Batik Tulis di bawah ini, agar kain/ baju batik Anda tetap indah dan warnanya tidak pudar.

Berikut adalah proses Tips Merawat Batik Tulis selengkapnya :

  1. Tidak boleh mencuci kain/ baju batik tulis dengan menggunakan mesin cuci. Sebab kain/ baju batik tulis perlu penanganan ekstra hati-hati, maka cuci saja dengan menggunakan tangan. Serta hindari penggunaan deterjen, gantilah dengan sampo atau sabun. Cuci secara perlahan-lahan kemudian campur gunakan air hangat saat merendam kain batik tulis.
  2. Saat kain/ baju batik tulis dijemur, usahakanlah agar tidak terkena pancaran sinar matahari secara langsung cukup dengan diangin-angin saja. Saat disetrika, usahakan menggunakan kain pelapis, maksudnya supaya kain/ baju batik tulis tidak langsung menempel dengan setrika panas.
  3. Saat kain/ baju batik tulis hendak disimpan, perlu penempatan yang tepat, lipatlah kain batik tulis kemudian bungkus dengan kertas minyak atau plastik pembungkus. Jangan membungkus kain batik tulis menggunakan koran, dikuatirkan tinta tulisan pada koran akan menodai kain batik tulis. Serta jangan menggunakan kapur barus dalam lemari yang dijadikan tempat menyimpan kain batik tulis karena bisa merusak warna kain batik.
  4. Yang terakhir, upayakan kain batik tulis yang disimpan dalam lemari dibuka setiap dua minggu sekalli, lalu diangin-angin selama 10 sampai 15 menit untuk mengusir bau apek yang biasa terdapat dalam lemari karena suhu yang lembap di dalamnya.

Cara perawatan kain/ baju Batik Cap, hampir sama dengan cara merawat batik tulis, karena cara pembuatannya juga hampir sama. Berikut kami berikan Tips Merawat Batik Cap yang benar dan mudah :

  1. Hindari penggunaan sabun deterjen, karena sifatnya terlalu keras dalam mengikis warna yang menempel pada kain. Saran kami, yang paling murah meriah, cukup gunakan shampoo rambut untuk mencuci kain batik atau produk-produk khusus yang saat ini sudah banyak dijual di toko maupun di gallery batik (klerak cair, m**to silk, dll).
  2. Saat mencuci kain/ baju batik cap, jangan menyikatnya, cukup dikucek-kucek lembut, terutama bagian-bagian yang kotor saja (misal : bagian kerah).
  3. Saat mencuci kain/ baju batik cap, tidak perlu diperas. Hindari juga penggunaan mesin cuci. Cukup ditarik bagian ujung-ujungnya saja agar kain batik lurus kembali.
  4. Hindari menjemur kain/baju batik di tempat yang langsung terkena sinar matahari, cukup dijemur ditempat teduh atau diangin-anginkan saja.
  5. Hindari menyeterika langsung kain/baju batik. Saran kami, seterika bagian dalamnya saja atau kalau memang terlalu kusut, lapisi dengan kain bersih lain sebelum diseterika.
  6. Hindari semprot langsung kain/baju batik dengan parfum atau pengharum badan yang lainnya, karena ini akan merusak warna pada corak batik Anda.
  7. Pada saat menyimpan kain/baju batik di lemari, hindari menggunakan kapur barus dan sejenisnya, karena akan merusak kain. Saran kami, gunakan merica dan atau lada, bungkus dengan tissue dan taruh di pojok-pojok lemari Anda. Dijamin, ngengat dan sejenisnya tidak akan mendekat.

Sedangkan cara perawatan kain/ baju Batik Printing sedikit berbeda dengan kedua jenis kain/ baju batik sebelumnya. Diperlukan perawatan khusus agar kain/ baju batik printing Anda tetap bisa awet dan terus dikenakan. Perhatikan Tips Perawatan Batik Printing  berikut ini :

  1. Memakai shampo Larutkan shampo ke dalam air hingga tidak ada lagi shampo yang mengental. Rendam kain batik printing selama 10 atau 15 menit saja. Kucek perlahan dan bilas hingga bersih.
  2. Hindari mesin cuci Setelah merendam batik printing, jangan gunakan mesin untuk mencuci. Sebaiknya cuci dengan menggunakan tangan. Mencuci dengan mesin malah akan membuat warnanya lebih cepat pudar. Noda makanan pada batik printing bisa dihilangkan dengan menggunakan kulit jeruk, cukup diusap saja beberapa kali.
  3. Menjemur terbalik Sinar matahari dapat membuat warna batik printing lebih cepat pudar. Kain batik printing tidak perlu diperas dan jemur ditempat yang teduh sehingga tidak terpapar sinar matahari langsung. Jemur bagian dalam menghadap keluar agar warna batik printing tidak pudar.
  4. Melapisi batik sebelum diberi pewangi Ketika kain batik sudah kering, lapisi dengan kain putih atau polos sebelum menyemprotnya dengan pelicin atau pelembut kain. Ini untuk menghindari zat kimia dari pewangi yang bisa merusak warna batik.
  5. Lapisi kain saat disetrika Setelah diberi pewangi atau pelembut, mulailah menyetrika kain batik dengan kain polos sebagai lapisan atasnya sehingga panas dari setrika tidak langsung bersentuhan dengan kain. Ini akan menjaga agar batik tidak cepat pudar.
  6. Merica dalam lemari Kain batik printing yang telah dicuci bersih dan disetrika ini bisa disimpan dalam lemari dan beri sedikit merica. Masukkan merica dalam tissu, lipat dan letakkan di dekat kain batik tadi. Jangan menggunakan kapur barus karena bisa merusak kain.
  7. Hindari parfum Memakai wewangian seperti parfum saat memakai batik tidak dianjurkan. Kandungan pewarna alami pada batik printing bisa rusak karena kandungan kimiawi parfum yang bersentuhan langsung dengan warnanya.

Demikian tujuh langkah yang perlu dilakukan agar batik bisa tetap awet dan tidak pudar, baik kualitas dan warnanya. Semua cara itu bisa dilakukan dengan mudah agar batik kesayangan jadi lebih awet.

Comments

comments

Rp 180.000
habis
Rp 80.000
habis
habis
Rp 175.000
habis
habis
Rp 95.000
habis
habis
Rp 165.000
habis
Rp 80.000